Ini sedikit ilmu yang akan menambaha wawasan Anda, ditulis oleh Razali Eko :
“Sebuah Analogi Pendekatan Paham”
STM
Di kalangan masyarakat kita mengenal istilah STM = Serikat Tolong
Menolong. Dengan tujuan mulia utamanya adalah untuk membantu anggotanya
(peserta - participant) yang sedang kemalangan.
Ada 100 orang
peserta STM dengan Iuran keanggotaan bulanan misalnya 5.000 perkepala
keluarga. Jika ada anggota STM yang kemalangan (meninggal dunia) dalam 2
bulan kepesertaan misalnya maka anggota yang lain akan membantu dengan
urunan 10.000 perorang sehingga terkumpul dana 10.000 x 100 = 1.000.000
yang disumbangkan kepada keluarga musibah.
Dari sisi bisnis
maka hal ini bisa dilihat sebagai: modal 10.000 (iuran STM ahli musibah 2
bulan x 5000), mendapatkan bantuan 1.000.000 ini sama halnya menerima
10.000% bukan.
Praktik STM walau tidak berbentuk badan hukum
legal (de jure) tapi faktanya (de facto) sudah membudaya di tengah
masyarakat kita. Apakah lantas ada yang menanyakan darimana datangnya
1.000.000 dengan modal hanya 10.000? ya tentu saja dari iuran anggota,
uang anggota untuk anggota lainnya. Bukankah hal itu = profit 10.000%?
ada yang kontra disini? Sudah tentu itu tidak dipertanyakan dan tidak
menentang logika sosial, tapi sangat bertentangan dengan logika
matematika bukan?